berita militer indonesia terbaru

Wednesday, 16 July 2014

Kapal Selam Kilo (rusia)

0 komentar
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium Range). Artinya dia kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi tak membuat “Barat” bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.


Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional

Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan
Read more...
Tuesday, 15 July 2014

Ukraina Klaim Pesawat Militernya Ditembak Jatuh dari Rusia

0 komentar
Kiev - Pesawat militer Ukraina diyakini telah ditembak jatuh saat mengudara dan delapan awak yang ada di dalamnya menghilang. Ukraina meyakini pesawat miliknya tersebut ditembak jatuh dari wilayah Rusia.

Otoritas Ukraina kini tengah mencari para awak pesawat militer yang hilang tersebut. Laporan terbaru menyebutkan, mereka sempat berkomunikasi dengan militer setempat. Namun tidak disebutkan lebih lanjut soal lokasi dan kondisi awak-awak pesawat tersebut.


"Anggota kru pesawat AN-26... yang ditembak jatuh, telah berhasil melakukan kontak dengan staf jenderal," demikian pernyataan kantor presiden Ukraina dalam situsnya, seperti dilansir AFP, Selasa (15/7/2014).

Menurut kantor presiden Ukraina, pesawat militer tersebut mengudara pada ketinggian yang sangat tinggi, sehingga sulit untuk terkena sistem rudal portabel yang digunakan kelompok pemberontak pro-Rusia yang ada di wilayah Ukraina timur.

"Kemungkinan besar (datang) dari wilayah Federasi Rusia," sebut kantor presiden Ukraina.

Secara terpisah, juru bicara Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina melaporkan, pesawat militer tersebut ditembak oleh rudal Greyhound surface-to-missile atau sebuah proyektil yang ditembakkan dari sebuah pesawat jet yang lepas landas dari wilayah Rusia.

Jurnalis AFP menemukan puing pesawat militer tersebut di sebuah lapangan yang ada di wilayah Lugansk yang dikuasai pemberontak, dekat dengan perbatasan Rusia. Warga setempat menyatakan, pesawat tersebut jatuh pada siang hari, dengan sejumlah parasut terlihat mengudara di langit.

Juru bicara militer Ukraina menyatakan telah berhasil menjalin komunikasi dengan dua awak pesawat tersebut, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut. Namun jurnalis AFP melihat adanya jasad manusia di tengah-tengah puing pesawat tersebut.

Sementara itu, kelompok pemberontak pro-Rusia di Ukraina mengklaim bahwa mereka berhasil menembak jatuh pesawat militer tersebut. Kepada media Rusia, Interfax, pemberontak mengaku menyandera 4 awak pesawat dan tengah menginterogasi mereka.

http://news.detik.com 
Read more...
Monday, 14 July 2014

Pesawat pengangkut militer hilang di Ukraina

0 komentar
Para pejabat Ukraina mengatakan kehilangan kontak dengan sebuah pesawat pengangkut militer di bagian timur negara itu.
Para aktivis pendukung Rusia di kawasan Klik Luhansk di tempat terjadinya pertempuran hebat mengatakan mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat yang dilaporkan mengangkut sekitar 20 orang.
Pemerintah Ukraina masih terus melakukan penyerangan di sekitar Luhansk dan mengatakan telah mengebom sejumlah posisi para pemberontak di sana pada akhir pekan.

Sedikitnya 15 warga sipil tewas di Luhansk dan di wilayah tetangga, Donetsk, pada Minggu (13/07).
Kaum pemberontak mengklaim bahwa pasukan pemerintah mencoba untuk mengambil alih Luhansk - yang kini mereka kuasai - dengan menggunakan tank-tank.
Sementara itu Kiev mengatakan jumlah kendaraan militer makin meningkat di bagian Rusia di perbatasan, sementara Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengklaim bahwa para militer Rusia bertempur bersama-sama dengan kelompok separatis. Namun Moskow membantah mendukung kaum separatis ini.
Rusia dan Jerman telah mendesak untuk diselenggarakannya perundingan damai antara Kiev dan pemberontak.
Pertemuan singkat di Rio de Janeiro menjelang final Piala Dunia, antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin meminta agar perundingan dilakukan menggunakan jaringan video.
Dua pimpinan itu setuju bahwa situasi di Ukraina "bergerak mundur", kata juru bicara Kremlin.

Read more...
Wednesday, 9 July 2014

NATO: Belum Ada Rencana Terima Anggota Baru

0 komentar
BRUSSELS - North Atlantic Treaty Organizations (NATO) menyatakan pihaknya belum membuka pintu untuk anggota baru. Ini menepis harapan dari negara bekas pecahan Uni Soviet untuk bergabung.

Sebelumnya negara seperti Georgia dan Macedonia menginginkan untuk bergabung dengan NATO. Namun dengan pernyataan ini, peluang mereka menjadi tertutup.

Meskipun NATO menyatakan, pihaknya masih akan mempertimbangkan ekspansi luas dari keanggotaan NATO. Sontak pernyataan NATO pun mengundang tanya dari negara yang ingin bergabung.


"Ini adalah langkah mundur," ujar Menteri Luar Negeri Macedonia, seperti dikutip Associated Press, Senin (7/7/2014).

Intinya, NATO tidak akan menerima anggota hingga Presiden Barack Obama dan pemimpin lainnya akan melakukan pertemuan di Wales, September 2014 mendatang.

Menurut para pengamat, keputusan NATO ini dipengaruhi oleh rasa kekhawatiran bila memberikan peluang untuk menerima negara lain. Mereka khawatir, jaminan keamanan yang mereka berikan bisa diuji langsung oleh Rusia.

Hal ini tidak terlepas dari konflik yang terjadi Ukraina. NATO sepertinya akan mengambil langkah hati-hati untuk menjaga kredibilitas dan komitmen keamanannya. (faj)

http://international.okezone.com  
Read more...
Saturday, 5 July 2014

Kapal Perang 5 Sekutu NATO Bermanuver di Laut Hitam

0 komentar
SOFIA - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memulai latihan perang di Laut Hitam Jumat (4/7/2014) hingga 13 Juli 2014 mendatang.

Saat ini berbagai kapal perang dari Amerika Serikat (AS) dan empat negara sekutu NATO sudah beramanuver di Laut Hitam.

Demikian pernyataan Departemen Pertahanan Bulgaria. Selain AS yang mengerahkan kapal perangnya, Bulgaria, Rumania, Yunani dan Turki juga ikut mengerahkan kapal perang.


AS juga menyediakan pesawat tempur untuk patroli.“Tujuan utama dari latihan perang ini adalah untuk meningkatkan kompatibilitas taktis dan kolaborasi dari angkatan laut  berbagai negara anggota NATO secara tidak terduga dan muncul dalam situasi kritis,” demikian laporan kantor berita Itar-Tass, mengutip keterangan Departemen Pertahanan Bulgaria.

Selama latihan, staf Angkatan Laut Bulgaria akan dilatih khusus untuk merencanakan operasi independen sesuai kriteria NATO.

NATO terus meningkatkan kehadiran militer angkatan laut di sektor Barat Laut Hitam, sejak krisis Ukraina pecah dan diperparah dengan referendum Crimea Maret 2014.

Manuver NATO di Laut Hitam itu sekaligus untuk membuktikan kepada Rusia, bahwa militer NATO masih eksis untuk melindungi sekutu-sekutunya di Eropa timur yang cemas dengan sepak terjang militer Rusia.

http://international.sindonews.com

Read more...
Friday, 4 July 2014

Ukraina Protes Helikopter Rusia Terobos Zona Udara

0 komentar
KIEV - Kementerian Luar Negeri Ukraina pada Jumat (4/7/2014) menyampaikan nota protes kepada pemerintah Rusia. Protes ini disampaikan atas tuduhan pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh militer Rusia.

Melansir Reuters, Ukraina menyatakan apa yang dilakukan Rusia adalah sebagai tindakan yang kotor, dan sebuah pelanggaran yang memang sudah direncanakan sebelumnya.
 


Ini bukan kali pertama pesawat Rusia mejelajahi langit Ukraina secara ilegal.Nota protes ini dikeluarkan atas pelanggaran wilayah udara Ukraina oleh tiga Helikopter Rusia.

“Tiga Helikopter milik Rusia telah menerobos wilayah udara Ukraina pada tanggal 3 Jalu lalu,” ungkap Kementerian Luar Negeri Ukraina melalui sebuah pernyataan.

"Karena insiden ini Kementerian Luar Negeri Ukraina mengirim surat ke Rusia untus memprotes atas pelanggaran sistematis terhadap wilayah udara Ukraina oleh pihak Rusia,” pernyataan tersebut menambahkan.

Hubungan Ukraina dan Rusia sendiri hingga saat ini belum pulih. Hubungan ini diperparah dengan seringnya pelanggaran udara oleh pihak Rusia dan sebaliknya Ukraina terus menuduh Rusia mendalangi pemberontakan di wilayah timur negara mereka.

http://international.sindonews.com  
Read more...
Thursday, 3 July 2014

MBT T-84 (Ukraine)

0 komentar
T-84 adalah tank tempur utama Ukraina, merupakan pengembangan dari tangki-80 T pertempuran Soviet utama. Ini pertama kali dibangun pada tahun 1994 dan mulai beroperasi pada Angkatan Bersenjata Ukraina pada tahun 1999. The T-84 didasarkan pada versi diesel bermesin T-80, T-80UD. Tinggi performa mesin yang membuatnya menjadi salah satu MBTS tercepat di dunia, dengan rasio power-to-weight sekitar 26 tenaga kuda per ton (19 kW / t). The Oplot T-84 merupakan versi lanjutan yang menggabungkan kompartemen amunisi lapis baja dalam menara baru, sepuluh dari layanan Ukraina masuk pada tahun 2001. T-84-120 Yatagan adalah model prototipe ditujukan untuk ekspor, pemasangan pistol 120 mm mampu menembak amunisi standar NATO dan peluru kendali.

Spesifikasi

  • Berat : 46 ton
  • Panjang : 7,086 m (23 ft 3 in)
  • Lebar : 3,775 m (12 ft 5 in)
  • Tinggi : 2,215 m (7 ft 3 in)
  • Awak : 3 Awak
  • Elevation +13 °, -6 °
  • Armor : Baja, komposit, ERA
  • Persenjataan Utama : KBA-3 125 mm smoothbore pistol (43 rds)
  • persenjataan Sekunder : 7,62 mm gun KT-7.62 koaksial mesin 12,7 mm KT-12.7 anti-pesawat senapan mesin
  • Mesin ; KMDB 6TD-2 6-silinder diesel 1.200 hp (890 kW)
  • Power / berat\ : 26 hp / ton
  • Suspensi : Torsi-bar, peredam hidrolik
  • Ground clearance : 0,515 m (1 ft 8,3 in)
  • Kapasitas bahan bakar : 1.300 l (290 imp gal, 340 US gal)
Operasional
  • kisaran 540 km (340 mil)
  • Kecepatan 65 km / h (40 mph) - 70 km / h (43 mph)
Read more...
 
beritamiliterindonesia © 2014 | Designed By Blogger Templates