skip to main |
skip to sidebar

NAGASAKI - Nagasaki,
salah satu kota yang menjadi korban serangan bom atom Amerika Serikat
(AS) saat Perang Dunia II lalu, melakukan peringatan atas tragedi itu.
Tahun ini mereka memperingati 69 tahun tragedi yang telah melumpuhkan
Jepang tersebut.
Melansir Xinhua, Sabtu (9/8/2014), Walikota
Nagasaki, Tomihisa Taue, dalam pidatonya menyatakan, senjata nuklir
adalah ancaman nyata bagi kehidupan manusia, baik di masa kini ataupun
di masa depan. Taue juga mengkritik kebijakan baru Jepang mengenai
pembentukan kembali militer mereka.
“Sebuah sumpah yang telah
diatur dalam Konstitusi Jepang adalah, bahwa Jepang akan meninggalkan
perang, pasca insiden Jepang dan Nagasaki, negara dan kota yang
mengalami bom atom," ungkap Taue.
Dirinya berharap, parlemen
Jepang memikirkan kembali untuk membangkitkan militer mereka. Jepang
sebelumnya telah membekukan kegiatan militer mereka dari dunia
internasional dan militer Jepang hanya digunakan untuk kebutuhan dalam
negeri.
Para warga Nagaski melakukan upacara peringatan
insiden itu dengan melakukan doa bersama di tengah kota Nagasaki.
Sekitar 74 ribu orang tewas ketika AS menjatuhkan bom atom ke tengah
kota Nagasaki tahun 1945 lalu.