berita militer indonesia terbaru

Saturday, 12 April 2014

KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)

0 komentar


KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) merupakan kapal kelima dari Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Abdul Halim Perdana Kusuma, salah seorang
pahlawan nasional yang namanya juga merupakan nama bandara dan Pangkalan Udara di Jakarta. KRI Abdul Halim Perdana Kusuma merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Evertsen (F815) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat. Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Ahmad Yani (351), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Abdul Halim Perdanakusuma kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur.
Data Teknis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.
Persenjataan
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
4 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) C-802 dengan jangkauan maksimum 120 Km , berkecepatan jelajah 0,8-0,9 mach, berpemandu inertial/GPS dan terminal active radar dengan hulu ledak seberat 150 Kg.
4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
2 Senapan mesin 12.7mm
12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
Sensor dan elektronis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar CWE-610 dan PDE-700 (VDS). Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.
Penerbangan
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.
Read more...
Friday, 11 April 2014

KRI Karel Satsuit Tubun (356)

0 komentar


KRI Karel Satsuit Tubin bersama USCG Cutter Sherman (WHEC 720)
 --------------------
KRI Karel Satsuit Tubun adalah Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Karel Satsuit Tubun, salah seorang pahlawan nasional. KRI Karel Satsuit Tubun
merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Isaac Sweers (F814) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.
Senjata
2x4 - Rudal Darat ke Udara mistral dengan sistem peluncur simbad
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x2 - Rudal anti Kapal perang C-802 - berpemandu inertial/GPS dan Active radar homming
4x - Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2x - Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm
Perangkat elektronik
Radar
Radar kontrol tembakan
Sonar
Decoy

Read more...

NATO Rilis Citra Satelit Penumpukan Armada Militer Rusia di Perbatasan Ukraina

0 komentar

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merilis citra satelit yang menunjukkan adanya penumpukan armada tempur militer Rusia di perbatasan timur Ukraina.

Pejabat NATO menyebutkan, penumpukan armada tempur itu yakni sejumlah pesawat tempur, helikopter, artileri, infanteri, dan pasukan khusus yang siap untuk bergerak hanya dengan 12 jam pemberitahuan.
Gambar-gambar itu muncul setelah adanya pernyataan resmi Moskow bahwa tidak ada pergerakan massif pasukan sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Dalam beberapa pekan ini, suasana di bagian timur Ukraina memang memanas. Sejumlah pengunjuk rasa Pro-Rusia menduduki gedung-gedung pemerintahan di tiga kota.
Gambar-gambar hasil citra satelit itu menunjukkan deretan ratusan tank dan kendaraan lapis baja di lahan kosong. Mereka tampaknya menunggu perintah untuk bergerak. Lokasinya hanya 50 kilometer dari perbatasan Ukraina. Gambar-gambar itu diambil dalam dua minggu terakhir. Padahal, pada Februari lalu, kawasan itu adalah areal kosong.
"Ini adalah kekuatan yang mampu dan siap untuk berangkat," kata Brigadir Gary Deakin, yang menjalankan operasi krisis NATO dan pusat manajemen di markas militer aliansi dekat Mons, Belgia. Dijelaskan, armada itu siap bergerak dengan cepat ke Ukraina jika diperintahkan untuk melakukannya.
Deakin mengatakan ada sekitar 35.000 hingga 40.000 tentara Rusia yang siap tempur. Dengan banyaknya pasukan dan tank saat ini yang jaraknya hanya sekitar 30 kilometer dari perbatasan, berarti mereka bisa menyeberang ke wilayah Ukraina dalam waktu satu jam saja.

Read more...

Amerika kirim satu lagi kapal perusak lagi ke Laut Hitam

0 komentar
Washington (ANTARA News) - Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Donald Cook, kapal militer kedua Amerika yang akan dikirim ke Laut Hitam di tengah krisis Ukraina, dijadwalkan tiba di perairan itu pada Kamis, kata seorang juru bicara Pentagon, Rabu.

"Misi Donald Cook ialah meyakinkan kembali sekutu NATO dan mitra di Laut Hitam mengenai komitmen Amerika untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan kerja sama demi tujuan bersama di wilayah itu," kata Steve Warren, Juru Bicara tersebut, kepada wartawan.

Kapal tersebut juga direncanakan ikut dalam pelatihan dan operasi untuk meningkatkan kemampuan antar-operasi, kesiapan dan peningkatan hubungan, kata Warren, sebagaimana diberitakan Xinhua.

Kapal klas Arleigh Burke, yang dilengkapi peluru kendali itu,  meninggalkan Norfolk, Virginia, pada 31 Januari dan pelabuhan tetapnya adalah di Rota, Spanyol.

Sebelum kedatangan kapal USS Donald Cook, USS Truxtun, satu lagi kapal destroyer yang berpeluru kendali, telah melakukan serangkaian pelatihan di Laut Hitam.

Read more...
Thursday, 10 April 2014

KRI Mandau (621)

0 komentar



KRI Mandau (621) merupakan kapal perang patroli utama Indonesia dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) dan merupakan kapal pertama dari kapal kelas Mandau. Kapal ini dibuat di
Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Mandau (621), KRI Rencong (622), KRI Badik (623), dan KRI Keris (624).
Sejarah
Pembuatan
Kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY,
Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Didesain untuk melakukan patroli cepat di perairan Indonesia.
Nama
Nama Mandau, diambil dari nama senjata khas Dayak di Kalimantan, begitu pula nama-nama kapal di kelas ini, diambil dari nama senjata khas suku-suku yang berada di Indonesia.
Kapal
Desain
Desain kapal ini bermula dari kapal bersenjata kelas Ashville milik USA , dikemudian hari kapal ini dialihkan ke Korea Selatan dan menjadi Kapal kelas Baek Ku, kelas Baek Ku inilah yang dikembangkan oleh Korea Selatan dan menjadi KRI Mandau. Kapal ini didesain sebagai kapal serang berkecapatan tinggi , untuk mencapai itu maka badan kapal dibuat dari Aluminium sehingga bisa lebih ringan selain itu untuk mencapai kecepatan tinggi kapal ini dilengkapi dengan mesin gas turbin General Electric LM 1500 selain 2 buah mesin diesel untuk kecepatan rendah. Diharapkan dengan kombinasi ini , kapal mampu mencapai kecepatan 40 knot.
Persenjataan
Torpedo
Kapal ini tidak dilengkapi dengan torpedo dan persenjataan anti-kapal selam lainnya.
Peluru kendali
Awalnya KRI Mandau menggunakan Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet sebanyak 4 pucuk (2 x 2), yang memiliki jangkauan maksimum 42 km (23 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg, berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer. Sejak ada kerja sama alih teknologi dengan China Exocet maka mulai diganti dengan rudal C-802 buatan SACCADE.
Meriam
Meriam Bofors 57 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 200 rpm, berjangkauan maksimum 17 km (9,3 mil laut) dengan berat amunisi 2,4 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal, berpemandu tembakan Signaal WM28.
Meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 300 rpm, dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm, dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg, anti pesawat udara, helikopter.
Tenaga penggerak
Kapal ini digerakan oleh 2 buah mesin diesel dan sebuah mesin turbin . Mesin Diesel digunakan saat kecepatan rendah atau menghemat BBM sedangkan mesin turbin digunakan bila kapal ingin mencapai kecepatan maksimal dengan konsekuensi bahan bakar menjadi lebih boros.
Penugasan
2007
21 Maret 2007, tiga kapal ikan berbendera RRC yang ditangkap di perbatasan Indonesia-Australia oleh KRI Mandau, tiba di Pangkalain TNI-AL, Tual, Maluku Tenggara. Kapal-kapal yang ditangkap tersebut adalah Liao Dagan Yu 8989, Liao Dagan Yu 15126 dan Liao Dagan Yu 15127.
14 Juli 2007, KRI Mandau ditugaskan untuk menyelamatkan 33 nelayan yang belum ditemukan akibat tenggelamnya kapal nelayan Parengge di sekitar Pulau Kalu-kaluang, Kabupaten Pangkep pada tanggal 11 Juli 2007 malam sekitar pukul 23.00 Wita.
22 September 2007, di posisi 03°29′00″LS,127°25′40″BT, KRI Mandau menyelamatkan 11 orang di sebuah perahu tempel yang mengalami kerusakan mesin, sehingga perahu tersebut tidak dapat dikendalikan dan terombang-ambing hingga akhirnya diselamatkan. Perahu tersebut berlayar dari Pulau Kelang menuju Namlea Ilat (Pulau Buru).
2008
12 Maret 2008, KRI Mandau menangkap kapal ikan berbendera Indonesia, KM Sanjaya-6 di posisi 07°53′15″LS,118°30′07″BT, saat diperiksa KM Sanjaya-6 telah berhasil menangkap ikan sebanyak 80 Ton ikan campuran, dan kapal tersebut tidak memiliki kelengkapan dokumen.
Perwira yang pernah bertugas
Mantan KASAL, Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh, sebagai perwira pelaksana pada tahun 1984.
Kolonel Laut (P) Sri Mohamad Daro Jatim yang pada 22 Juni 2007 dilantik sebagai Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut. Ia pernah menjadi Komandan KRI Mandau pada tahun 1997.
Read more...
Wednesday, 9 April 2014

KRI Kakap (811)

0 komentar


KRI Kakap (811) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Kakap adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama buatan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian
untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL, Surabaya. KRI Kakap diopersikan mulai 1988. Kapal-kapal dalam kelas ini adalah KRI Kakap, KRI Kerapu, KRI Tongkol, dan KRI Barakuda.
Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.
Senjata
Meriam utama kapal perang KRI Kakap ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62
mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali.
Fasilitas Penerbangan
KRI Kakap dilengkapi dengan dek penerbangan dan hangar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105. Kapal ini juga dilengkapi dengan radar.
Tenaga Penggerak
Kapal KRI Kakap mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dengan dua buah baling-baling, kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.
Read more...
Tuesday, 8 April 2014

KRI Clurit (641)

0 komentar



KRI Clurit 641 (photo : Sgt Fikri-Kaksus Militer)
---------------------------------------
KRI Clurit adalah Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat Rudal yang pembuatannya dilakukan PT Palindo di Batam . Menhan berjanji akan terus membangun kapal-kapal
perang seperti KRI Clurit yang 100% pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam. KRI Clurit (641) merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. 
Sejarah
Nama
Nama KRI Clurit diambil dari sebuah senjata tajam dari Indonesia, yaitu celurit
Pembuatan
Pembuatan KRI Clurit ini ±99% dibuat di PT Palindo Marine Industries, Batam.[rujukan?]
Kapal
Persenjataan
Meriam
1 unit meriam 6 barel caliber 30 MM 2 unit meriam anjungan caliber 20 MM
Peluru Kendali
2 set Rudal C-705
Sensor dan Senjata Elektronik
Sensor Weapon Control (Sewaco) dan Close in Weapon System (CIWS
Read more...
 
beritamiliterindonesia © 2014 | Designed By Blogger Templates