DheTemplate Blogger Template
Pre Live Mag Blogger Template
whitePress Blogger Template
Poster Inc Blogger Template
DheTemplate - Free Blogger Templates Everyday
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Pre Live Mag Blogger Template
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
whitePress Blogger Template
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Poster Inc Blogger Template
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
berita militer indonesia terbaru
Wednesday, 2 September 2015
PESAWAT PANGERAN DIPONEGORO I (Pesawat Shoki-Ki-48 Donryu)
Categories :
Pesawat Pangeran Diponegoro I (PD I)
Pesawat Ki-48 atau Army tipe 99
merupakan jenis pesawat pembom ringan buatan Pabrik Nakajima tahun
1940. Pesawat ini merupakan peninggalan Jepang, yang berada di
Pangkalan Udara Bugis Malang (sekarang Lanud Abdulrachman Saleh),
Setelah berhasil diperbaiki, Indonesia menamainya Pesawat Diponegoro
I. Sekutu menamakan pesawat tersebut dengan sebutan Lily. Pesawat
Ki-48 digerakan dua motor radial pendingin angin masing-masing memiliki
kekuatan 1460 dayakuda dengan kecepatan maksimum 510 km/h.
Mayor Inf Warto, Perwira Dengan Segudang Prestasi
Categories :
“ Selama berkarir dalam dunia militer,
Mayor Inf Warto telah banyak mengukir prestasi yang cukup membanggakan
serta mengangkat nama baik TNI Angkatan Darat dalam berbagai event.
Perwira Menengah ini merupakan sosok dibalik Sukses Petembak TNI di
Kancah Internasional.”
Pada tanggal 16 Desember 1962 di sebuah
desa pinggiran kota Solo Jawa Tengah, tepatnya daerah Karanganyar, lahir
seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Warto.
Dia merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara dari pasangan ayah bernama
Warjo (Alm) dan ibu bernama Surip (Almh), yang berprofesi sebagai buruh
tani dengan kondisi yang serba kekurangan.
Monday, 5 January 2015
Mengenal pesawat amfibi Rusia yang turut cari AirAsia
Operasi gabungan secara
simultan SAR terhadap pesawat terbang AirAsia nomor penerbangan QZ8501
di perairan Selat Karimata, telah memasuki hari ke-10, dengan melibatkan
puluhan pesawat terbang sipil-militer, kapal-kapal perang dan kapal
sipil, dan bahkan nelayan.
Operasi SAR internasional ini dikoordinasikan Badan SAR Nasional, yang dinilai dunia cukup rapi, efisien, dan cepat bisa menemukan lokasi reruntuhan Airbus A-320-216 dengan 162 jiwa yang dia bawa mengangkasa. Hingga tulisan ini dibuat, 37 jenasah korban telah ditemukan dan diidentifikasi resmi.
Operasi SAR internasional ini dikoordinasikan Badan SAR Nasional, yang dinilai dunia cukup rapi, efisien, dan cepat bisa menemukan lokasi reruntuhan Airbus A-320-216 dengan 162 jiwa yang dia bawa mengangkasa. Hingga tulisan ini dibuat, 37 jenasah korban telah ditemukan dan diidentifikasi resmi.
Jokowi Butuh Kapal Perang Sekelas USS Sampson
Jakarta
- Pengamat militer dari Digimed Karya Imaji, Anton Aliabbas, mengatakan
TNI Angkatan Laut memerlukan kekuatan kapal perang yang mumpuni seperti
USS Sampson. Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu ikut
dalam evakuasi korban dan puing pesawat Air Asia QZ8501 sejak Jumat, 2
Januari 2015.
Menurut Anton, kekuatan kapal perang yang mumpuni
adalah salah satu kebutuhan pemerintah Joko Widodo untuk mewujudkan
mimpi poros maritim. "Tanpa Angkatan Laut yang kuat, sulit membantu
pengamanan pembangunan maritim Indonesia," kata Anton saat dihubungi,
Senin, 5 Januari 2014.
Friday, 5 December 2014
KRI Yos Sudarso tangkap dua kapal Filipina
Upaya Koarmatim mendukung program pemerintah disektor kelautan dan
perikanan wilayah yurisdiksi nasional telah banyak membuahkan hasil.
Diantaranya KRI Yos Sudarso-353 yang merupakan Kapal Perang jajaran
Satuan Kapal Eskorta Koarmatim memeriksa dan menangkap dua kapal ikan
dengan ABK warga negara Philipina di Perairan Tahuna, Sulawesi Utara,
Jumat (5/12/2014).
Kedua kapal tersebut adalah KIA/KM Gherry dan
KII/KM Princes Joy 02. Saat diperiksa, KIA/KM Gherry yang diawaki 12
orang ABK, 9 diantaranya warga negara Philipina, tidak bisa menunjukan
satu pun dokumen Kapal maupun dokumen ABK alias bodong.
Kopassus berhasil meraih 29 emas dan 9 tropi di AARM ke-24 di Vietnam
Prajurit Komando Pasukan Khusus TNI
Angkatan Darat kembali menorehkan prestasi dan membuktikan diri menjadi
yang terhebat di antara militer negara di Asia Tenggara. Dalam kompetisi
lomba tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) yang digelar di Vietnam,
Kopassus Indonesia berhasil meraih juara umum.
Tidak tanggung-tanggung, dari 45 medali emas yang disiapkan,
sebanyak 29 di antaranya diboyong Kopassus Indonesia. Ditemui di
Landasan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma semalam, ketua kontingen
Mayor Infantri Faisol Izudin, menyebut ada 9 trophy juga yang berhasil
dibawa pulang.
Sunday, 5 October 2014
Jerman Tertarik Jalin Kerja Sama Maritim dengan RI
Pemerintah Jerman tertarik untuk
menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang maritim, salah satunya
pembuatan kapal laut generasi baru. Ide tersebut telah disampaikan Duta
Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, George Witschel, kepada
Presiden terpilih Joko Widodo dalam sebuah pembicaraan singkat.
Witshcel yang berbicara dalam pertemuan media terbatas termasuk dengan VIVAnews
di Hotel Shangri-La, menyebut, kerjasama maritim kedua negara sudah
terjalin sejak lama. Hal itu terbukti, dari fakta 25 dari 28 kapal milik
PT Pelni dibuat oleh Negeri Panser.
Radar Baru China Siap Hadapi Pesawat Siluman AS
Dilansir laman defensenews,
Sabtu, 4 Oktober, sistem radar baru dengan kode DWL002 terdiri dari
satu stasiun utama dan dua stasiun pembantu, yang dapat diekspansi
hingga empat stasiun bergerak, menggunakan truk-truk pengangkut.
Saturday, 13 September 2014
2 Jet Tempur AS Tabrakan, Pilot Hilang
Setidaknya dua jet F/A 18 tempur dilaporkan bertabrakan di Laut Pasifik Barat. Jet tempur berasal dari USS Carl Vinson.
Dua pesawat jet Angkatan Laut Amerika
Serikat jatuh di bagian barat Samudera Pasifik pada Jumat sore waktu
setempat. Seorang pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lagi masih
dinyatakan hilang.
Friday, 12 September 2014
KIPRAH CURENG DIAWAL KEMERDEKAAN
Categories :
Pesawat Cureng tergolong pesawat kecil bermesin tunggal bersayap dua
(atas dan bawah) yang dilapisi kain dengan dua tempat duduk (depan
belakang). Copit tanpa kanopi penutup atas sehingga bagian kepala dan
dada penerbang kelihatan jelas dari luar. Menggunakan motor radial
dingin angin “Teppo” dengan kekuatan 350 dayakuda, pesawat ini
memiliki kecepatan jelajah 157 km/h dan kecepatan mendarat 92,6 km/h.
Pencapai terbang sejauh 708 km dengan batas ketinggian praktis 4000 m
dengan lama terbang 4½ jam.
Cureng ini merupakan pesawat peninggalan Jepang yang paling banyak
dibandingkan dengan pesawat lainnnya. Di Indonesia pesawat cureng ini
ditemukan hanya di Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta sebanyak 50 buah.
Untuk memastikan kondisi pesawat tersebut atas perintah Suryadi
Suryadarma, didatangkan teknisi dari Pangkalan Udara Andir Bandung. Di
Pangkalan Udara Maguwo waktu itu tidak ada teknisi pesawat. Dua orang
dari beberapa teknisi dari Bandung tersebut adalah Basir Surya dan
Tjarmadi.
Dari hasil pemeriksaan secara umum semua pesawat tersebut dinyatakan
dalam keadaan rusak, kecuali tiga yang masih dalam keadaan lengkap
walaupun dalam keadaan rusak ringan. Ketiga Pesawat Cureng ini
merupakan pesawat yang siap terbang ketika terjadi perebutan pangkalan
oleh BKR dan lascar yang ada di Yogyakarta, namun batal karena
kedatangan pasukan yang dipimpin oleh Suharto (mantan Presiden RI).
Waktu itu Suharto sempat taxi (memarkir pesawat) ketiga pesawat tersebut
setelah para penerbangnya yang orang Jepang ditawan dan PU Maguwo
berhasil direbut. Hanya dalam waktu satu hari yakni tanggal 26 Oktober
satu pesawat Cureng dapat diperbaiki dan dinyatakan siap test flight
setelah diberi tanda berupa lingkaran berwarna merah putih sebagai
simbol bendera RI yang sekaligus menyatakan bahwa pesawat tersebut sudah
menjadi milik Republik Indonesia.
Satu pesawat Cureng sedang diperbaiki di PU Maguwo Yogyakarta |
Test flight dilakukan tanggal 27 Oktober 1945 pukul 10.00 selama 30
menit oleh Agustinus Adisucipto yang didampingi oleh Rudjito.
Dipilihnya Agustinus Adisucipto untuk test flight ini karena ia
mempunyai wing penerbang yaitu Groot Militaire Brevet. Namun wing
penerbang yang dimiliki adalah kualifikasi penerbang dengan pesawat
Eropa, bukan pesawat Jepang. Penerbangan ini tercatat sebagai
penerbangan pesawat beridentitas merah putih yang pertama di alam
Indonesia merdeka oleh pemuda Indonesia sendiri.
Setelah penerbangan pertama itu, para teknisi terus bekerja
memperbaiki pesawat – pesawat yang ada di Maguwo. Pada awal Januari
1946, berhasil diperbaiki dan disiapkan 25 pesawat lagi hingga siap
terbang. Pesawat cureng tersebut kemudian menjadi kekuatan Pangkalan
Udara Maguwo yang sekaligus menjadi kekuatan Sekolah Penerbangan yang
dipimpin oleh Agustinus Adisucipto. Sekolah Penerbangan itu dibuka pada
tanggal 15 November 1945. Karena itu pesawat cureng umumnya hanya
diterbangkan oleh para kadet Sekbang. Para kadet angkatan pertama
sekolah penerbang ini tercatat 31
Tanggal 14 Januari 1946 salah satu pesawat cureng mengudara dari
Pangkalan Udara Maguwo. Namun naas pesawat Cureng tersebut mengalami
kecelakaan. Waktu itu pesawat diterbangkan oleh Iswahjudi dan
Wiriadinata sebagai penumpang. Kedua orang yang berada dalam
penerbangan itu selamat. Peristiwa ini merupakan kecelakaan pesawat
cureng pertama yang sekaligus merupakan kecelakaan pesawat pertama di
alam Indonesia merdeka. Benar juga apa yang dikatakan oleh para
penerbang Royal Air Force (RAF) yang pernah datang ke Yogyakarta. Para
penerbang itu mengatakan “You are flying Coffin” (Tuan menerbangkan sebuah peti mati).
Kecelakaan pesawat tersebut ternyata tidak membuat ciut nyali para
penerbang muda waktu itu dan tidak berkesimpulan bahwa pesawat jenis
Cureng tersebut tidak layak terbang malah menjadi tantangan bagi pelopor
pendiri dan pejuang AURI untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara
yang baru berdiri. Dua hari setelah kecelakaan tersebut (tanggal 16
Januari 1946), satu pesawat Cureng diterbangkan oleh Suyono untuk
melakukan tugas pengintaian di Laut Selatan. Misi pengintaian
menggunakan pesawat Cureng itu atas perintah Agustinus Adisucipto.
Pesawat Cureng take off dari Pangkalan Udara Maguwo menuju
Parangtritis, sampai jauh ke Selatan di atas Lautan Hindia. Dalam
penerbangan itu, pesawat sempat masuk awan hitam tebal sehingga
penerbanganya sampai kehilangan orientasi (disorientasi). Peristiwa ini
pun dicatat sebagai operasi penerbangan pertama dalam rangka misi
pertahanan di Indonesia merdeka.
Sukses dengan fungsinya sebagai pesawat latih melahirkan beberapa
orang penerbang, pesawat Cureng tercatat sebagai pesawat pertama yang
digunakan dalam latihan terjun payung. Latihan terjun payung pertama
ini dilaksanakan tanggal 11 Februari 1946 di Pangkalan Udara Maguwo atas
perintah Suryadi Suryadarma selaku kepala TKR jawatan Penerbangan.
Latihan terjun payung itu menggunakan 3 pesawat Cureng yang
masing-masing diterbangkan oleh A. Adisucipto, Iswahjudi, dan Makmur
Suhodo. Adapun para penerjunnya adalah Amir Hamzah, Legino dan
Pungut. Satu pesawat untuk satu penerjun. Penerjunan ini merupakan
peristiwa penting bagi TNI Angkatan Udara bahkan bagi TNI maupun bagi
bangsa Indonesia bahwa inilah awal dari munculnya pasukan para TNI.
Dua pesawat Curen mendarat setelah melaksanakan terbang Formasi |
Pada tanggal 16 Maret 1946, sekali lagi H. Suyono menerbangkan
pesawat Cureng, kali ini bertolak dari Pangkalan Udara Bugis Malang
menuju Utara untuk menyebarkan pamflet di atas kota Sidoarjo. Dalam
penerbangan itu ikut pula seorang montir pesawat, Sukarman.
Selain melaksanakan latihan terbang solo, pesawat Cureng juga digunakan untuk latihan terbang formasi dan Cross Country
(lintas daerah). Latihan terbang formasi dan lintas daerah dilakukan
pada tanggal 15 April 1946 dengan pesawat Cureng. Penerbangnya
antara lain Husein Sastranegara, Tugiyo, Santoso, dan Wim Prayitno. Cross country ini merupakan terbang formasi dan lintas daerah yang pertama dilakukan oleh penerbang-penerbang Indonesia.
Tanggal 12 Mei 1946 kembali Pesawat Cureng diterbangkan ke arah Timur
dan mendarat di Lapangan Sekip (Pamekasan). Penerbangan yang dipiloti
oleh Opsir Udara II Sujono dan Opsir Udara III Wim Prajitno dengan
misi memperbaiki lapangan udara tersebut sebagai persiapan guna
penerbangan berikutnya. Ikut serta dalam penerbangan itu dua orang
montir pesawat yakni Naim dan Dulatif. Dalam penerbangan kembali
kedua pesawat terpaksa mendarat di Pangkalan Udara Bugis Malang karena
mengalami kerusakan di bagian kaki rodanya.
Pada tanggal 21 Mei 1946 empat pesawat cureng mengudara menuju
beberapa daerah di Jawa barat dan Jawa Timur. Dua pesawat Cureng menuju
ke Serang Jawa barat. Cureng pertama diterbangkan oleh Opsri Udara II
Husein Sastranegara sebagai yang disertai H. Semaun dan pesawat kedua
dipiloti oleh Opsir Udara III Santoso disertai seorang penumpang bernama
Soeharto. Sebuah pesawat Cureng menuju ke Malang dengan penerbang
Opsir Udara III Sunarjo yang disertai seorang penumpang Suparman.
Sebuah pesawat terbang Cureng lainnya diterbangkan oleh Opsir Udara II
H. Sujono dan Komodor Udara Halim Perdanakusuma dalam penerbangan kearah
Timur untuk mencapai Pulau Madura dan mendarat di sebuah tempat
pembuatan garam, karena belum adanya pangkalan udara yang siap untuk
didarati. Setelah lima hari mengadakan perjalanan , pada tanggal 25 Mei
1946 keempat pesawat tersebut kembali ke Maguwo dengan selamat.
Kemudian pada tanggal 10 Juni 1946, pada saat pembukaan Lanud
Tjibereum Tasikmalaya diterbangkan 5 pesawat Cureng dari Maguwo dengan
crew sebagai berikut :
- Komodor A. Adisucipto dan Husein Sastranegara
- Komodor Muda Udara dr. Abdurachman Saleh dan Tulus Martoatmodjo.
- Opsir Udara Sujono dan Opsir Muda Udara Kaswan
- Opsir Udara Wirjosaputro dan Opsir Udara Sunarjo.
- Opsir Udara Iswahjudi dan Opsir Udara Suhodo.
Tanggal 8 Agustus 1946, sebuah pesawat Cureng diterbangkan dari
Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta ke Pangkalan Udara Bugis Malang.
Adapun misi penerbangan yang dipiloti oleh Tugio adalah mengantarkan AS.
Hananjuddin atas panggilan Divisi VIII Malang Imam Supeno.
Pada tanggal 2 September 946 salah satu pesawat Cureng kembali
mengalami kecelakaan dan ini adalah kecelakaan kedua pesawat Cureng
setelah kejadian pertama pada tanggal 14 Januari 1946. Pesawat jatuh di
Cipatujah (Tasikmalaya) sewaktu pesawat melakukan pendaratan darurat
yang mengakibatkan gugurnya Opsir Udara II Tarsono Rudjito. Opsir
Udara II Tarsono merupakan korban pertama akibat kecelakaan pesawat
militer di Indonesi Merdeka. Dalam rangka tabur bunga atas
meninggalnya Tarsono, pada tanggal 13 September 1946, sebuah pesawat
Cureng yang lain diterbangkan untuk melaksanakan tabur bunga dari udara
yang diterbangkan oleh Husein Sastranegara.
Tampak gambar samping: Pesawat cureng berperan penting dalam penyebaran pamflet dalam rangka penumpasan pemberontakan PKI Muso |
Pada tanggal 29 Juli 1947, digunakan untuk menyerang kedudukan musuh
(Belanda) di kota Ambarawa dan Salatiga. Pesawat Cureng diterbangkan
oleh Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutardjo Sigit. Pesawat Cureng
juga digunakan oleh Kadet Udara I Aryono untuk membom Purwodadi dalam
rangka Penumpasan PKI atas permintaan Gubernur Militer Jawa Tengah
Kolonel Gatot Subroto. Pada tahun 1948 saat meletusnya pemberontakan
PKI Muso di Madiun pesawat ini digunakan untuk penyebaran pamflet,
drooping obat-obatan dan logistik bagi pasukan ABRI yang berada di
daerah terpencil.
Dalam menumpas pemberontakan PKI Muso pada bulan September 1948,
pesawat Cureng mendapat tugas menyebarkan pamflet kepada masyarakat agar
tidak mengikuti pemberontakan PKI dan mendukung pemerintah untuk
membasminya. Untuk mengabadikan dan mengenang kiprah pesawat cureng
ini, pada tahun 1977 salah satu pesawat ini diabadikan di Museum TNI
Satria Mandala.
Sumber : http://tni-au.mil.id
Thursday, 11 September 2014
Galery Foto 26 unit MBT Leopard 2 dan 26 buah Marder sampai di surabaya
Satu persatu, MBT Leopard 2 dan IFV Marder diturunkan dari kapal pengangkutnya. Bukan pekerjaan mudah memang menurunkan sebanyak total 26 unit MBT Leopard 2 dan 26 buah Marder. Secara cepat dan efisien, kru dari Jerman itu mampu menurunkan puluhan tank. Dan menyaksikan puluhan MBT berjejer memang tiada bandingnya. Apalagi, ARC sempat ikut joyride dari kapal pengangkut menuju lapangan.
Aksi Militer Tak Bisa Selesaikan Masalah ISIS
Menteri
Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan Indonesia cenderung
menggunakan "pendekatan lebih luas" dalam menyelesaikan aksi-aksi
kekerasan yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Marty Natalegawa menegaskan hal itu menanggapi rencana tindakan militer Amerika Serikat terhadap ISIS berupa pengiriman 475 personil militer ke Irak tetapi tidak akan berperan dalam pertempuran.
Tuesday, 9 September 2014
KRI Bung Tomo-357 Tiba di Indonesia
Categories :
Dalam perjalanannya dari Inggris sejak 16 Agustus, KRI Bung Tomo-357
yang membawa 87 ABK perwira, bintara dan tamtama serta 5 warga negara
asing sebagai teknisi kapal ini sempat transit di beberapa negara.
Sementara dua KRI sekelas yang juga diakusisi TNI AL, yaitu KRI John
Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 segera akan menyusul.
KRI Bung Tomo (357) memiliki berat 1,941 ton. Dengan dimensi 89 meter x 12,8 meter x 3,6 meter. Ditenagai oleh 4 x MAN B&W / Ruston diesel engine (total of 30.2 MW). Kecepatan maksimal 30knot dengan jarak jelajah 9,000km. Diawaki oleh maksimal 79 pelaut.
KRI Bung Tomo (357) memiliki berat 1,941 ton. Dengan dimensi 89 meter x 12,8 meter x 3,6 meter. Ditenagai oleh 4 x MAN B&W / Ruston diesel engine (total of 30.2 MW). Kecepatan maksimal 30knot dengan jarak jelajah 9,000km. Diawaki oleh maksimal 79 pelaut.
Nama kapal terakhir, Usman Harun sempat diprotes keras Singapura.
Negara tetangga itu menganggap Usman dan Harun adalah teroris pelaku
pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap
bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit
Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
KRI Bung Tomo -357 akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan akan
berakhir di Surabaya, serta direncanakan ikut berpartisipasi memeriahkan
HUT TNI yang ke-69 pada 7 Oktober 2014 yang akan berlangsung di Komando
Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung Surbaya,
berikut link videonya :
http://video.metrotvnews.com/play/2014/09/08/288678/kri-bung-tomo-357-buatan-inggris-tiba-di-pelabuhan-belawan
berikut link videonya :
http://video.metrotvnews.com/play/2014/09/08/288678/kri-bung-tomo-357-buatan-inggris-tiba-di-pelabuhan-belawan
Tuesday, 12 August 2014
"Call of Duty: Advanced Warfare" Tersedia Mode Multiplayer
Categories :
Sledgehammer Studios/"PRLM"
"CALL of Duty: Advanced Warfare" dalam mode multiplayer ini akan memiliki fitur "exo-skeleton".*
Teknologi Software & Gadget Perkuat Militer AS
Categories :
CALIFORNIA - Perangkat smartphone atau tablet tidak
hanya dipakai oleh publik pada umumnya. Tentara di AS juga memanfaatkan
perangkat gadget serta software yang digunakan saat berada di medan
perang.
Dilansir Gizmodo, Senin (11/8/2014), militer AS disokong melalui riset-riset atau inovasi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA merupakan badan yang mengembangkan teknologi untuk mendukung militer, termasuk pembuatan robot dan software.
Dilansir Gizmodo, Senin (11/8/2014), militer AS disokong melalui riset-riset atau inovasi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA merupakan badan yang mengembangkan teknologi untuk mendukung militer, termasuk pembuatan robot dan software.
Jerman: tak ada bantuan militer buat pasukan kurdi Irak
Categories :
Berlin - Jerman telah menjelaskan bahwa "tak ada"
pengiriman senjata Jerman untuk pasukan Kurdi di Irak, demikian laporan
stasiun televisi umum Jerman, ARD, Senin (11/8).
Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Saturday, 9 August 2014
Nagaski Peringati 69 Tahun Serangan Bom Atom AS
Categories :
NAGASAKI - Nagasaki,
salah satu kota yang menjadi korban serangan bom atom Amerika Serikat
(AS) saat Perang Dunia II lalu, melakukan peringatan atas tragedi itu.
Tahun ini mereka memperingati 69 tahun tragedi yang telah melumpuhkan
Jepang tersebut.
Melansir Xinhua, Sabtu (9/8/2014), Walikota
Nagasaki, Tomihisa Taue, dalam pidatonya menyatakan, senjata nuklir
adalah ancaman nyata bagi kehidupan manusia, baik di masa kini ataupun
di masa depan. Taue juga mengkritik kebijakan baru Jepang mengenai
pembentukan kembali militer mereka.
Thursday, 24 July 2014
Pemberontak Ukraina Akui Punya Rudal BUK
Categories :
Seorang pemimpin kelompok pemberontak yang berkuasa di timur Ukraina, Alexander Khodakovsky, mengakui anggotanya memiliki rudal anti pesawat jenis SA-11 atau dikenal juga BUK. Rudal inilah yang diduga digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Kamis, 17 Juli 2914.
Dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters yang diunggah Rabu 23 Juli 2014, Khodakovsky yang merupakan komandan Batalion Vostok itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan rudal tersebut dikirim dari Rusia. Namun, dia tidak yakin betul, sistem rudal BUK mana yang digunakan untuk menembak pesawat MH17 tersebut.
Sebab, kata dia, kelompok separatis juga pernah merebut tiga sistem rudal BUK dari pasukan Ukraina di titik pemeriksaan pada April lalu. Satu sistem rudal lainnya direbut di dekat bandara Donetsk.
"Saya tahu ada sebuah BUK datang dari arah Luhansk. Saat itu, saya diinformasikan BUK dari Luhansk itu menggunakan bendera LNR," ungkap Khodakovsky.
LNR yang dirujuk Khodakovsky merupakan kelompok pemberontak utama bernama Republik Rakyat Luhansk dan beroperasi di sana. Dia menambahkan, BUK yang dia tahu dan dengar kemungkinan dikirim kembali untuk menghilangkan barang bukti.
"Karena saya mengetahui mengenai BUK tersebut di saat yang sama ketika saya menyadari tragedi itu berlangsung. Mungkin mereka mengirimkan BUK itu kembali untuk menghilangkan bukti, alutsista tersebut pernah dikirim ke sana," papar Khodakovsky pada Selasa kemarin.
Salahkan Ukraina
Kendati mengakui memiliki sistem rudal BUK, namun Khodakovsky tetap menyalahkan Pemerintah Ukraina sebagai penyebab jatuhnya MAS MH17. Khodakovsky berpendapat pesawat jenis Boeing 777-200 ER itu bisa dijadikan sasaran tembak secara tidak sengaja, karena militer Ukraina yang memprovokasi.
"Mereka tahu sistem rudal BUK itu ada dan menuju ke Kota Snezhnoye. Mereka tahu BUK akan dikerahkan ke sana dan memprovokasi agar BUK digunakan," papar Khodakovsky. Kota Snezhnoye merupakan kota yang berjarak hanya 10 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat.
Cara memprovokasi yang digunakan oleh Pemerintah Ukraina, menurut Khodakovsky, yakni dengan memulai serangan udara ke target yang tidak mereka perlukan.
"Padahal, mereka sudah tidak lagi menerbangan pesawat militer selama satu pekan. Dan hari itu, militer Ukraina terbang secara intensif dan tepat di saat penembakan, sebuah pesawat sipil melintas. Lalu mereka melakukan serangan udara," imbuh Khodakovsky.
Pemerintah Ukraina, lanjut Khodakovsky, akan melakukan apapun untuk memastikan bahwa pesawat sipil itu yang menjadi sasaran tembak.
Dalam wawancara itu, dia juga tidak membantah adanya kemungkinan Rusia yang memberikan sistem rudal BUK yang digunakan untuk menembak pesawat MH17.
"Saya tidak bermaksud mengatakan Rusia memberikan ini atau tidak memberikannya sama sekali. Bisa saja mereka menawarkan BUK ini atas inisiatif warga lokal. Saya pribadi menginginkan BUK dan jika ada seseorang yang menawarkannya, saya tidak akan menolak," kata Khodakovsky.
Namun, dia menegaskan, kelompoknya hanya memakai alutsista hanya untuk situasi yang mengancam. "Saya hanya akan menggunakannya dalam situasi di mana ada sebuah serangan udara dan posisi saya hanya ingin melindungi rakyat kami," kata dia.
Dengan adanya pengakuan tersebut, justru membenarkan analisis intelijen AS sebelumnya. Juru bicara Pentagon, Eileen Lainez, mengatakan Rusia sudah sejak lama menyokong pemberian senjata dan ikut melatih anggota kelompok separatis Ukraina.
Namun, dia membantah klaim Khodakovsky yang menyebut Pemerintah Ukraina yang patut disalahkan atas tragedi jatuhnya MH17. Menurut Lainez, apa yang dikatakan Khodakovsky, hanya ingin memperkeruh suasana.
Friday, 18 July 2014
Kapal Selam TYPE 209 ( Jerman )
Categories :
Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an.
Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.
Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.
Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
Thursday, 17 July 2014
Serangan Udara Hantam Ukraina Timur, 11 Tewas
Categories :
SNIZNHE - Sebuah serangan udara menghantam sebuah apartemen di Ukraina timur dan menewaskan setidaknya 11 orang. Pemerintah Ukraina menuduh Rusia berada di balik serangan udara tersebut.
Melansir VOA, Rabu (16/7/2014), hingga saat ini, detail penembakan itu pun masih abu-abu. Separatis pro-Rusia yang menguasai beberapa wilayah di timur Ukraina sendiri menuduh militer Ukraina yang melakukan serangan tersebut.
Melansir VOA, Rabu (16/7/2014), hingga saat ini, detail penembakan itu pun masih abu-abu. Separatis pro-Rusia yang menguasai beberapa wilayah di timur Ukraina sendiri menuduh militer Ukraina yang melakukan serangan tersebut.
“Ukraina tidak terlibat dalam penyerangan terbaru, tidak ada pesawat Ukraina yang memasuki wilayah tersebut, sejak Senin, lalu,” ungkap juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu, pihak Rusia sendiri belum memberikan komentar apapun mengenai insiden terbaru di wilayah tetangga mereka tersebut. Ukraina sendiri terus menuduh Rusia masih melakukan operasi terselubung untuk membantu para separatis.
Ketegangan kedua negara semakin meninggi paska penembakan seoang warga Rusia di wilayah Donetsk yang sudah masuk ke wilayah Rusia oleh pasukan Ukraian akhir pekan lalu. Semenjak itu, Rusia dikabarkan mulai mengirimkan kembali pasukannya ke wilayah perbatasan.
“Sebelumnya, hal ini tak pernah terjadi di Ukraina, kami berada di ambang agresi militer dalam skala besar yang dilakukan oleh tetangga kami sendiri,” ungkap seorang pejabat militer Ukraina, Jenderal, Mykhaylo Koval merujuk pada mobilisasi pasukan Rusia di perbatasan.
Subscribe to:
Posts (Atom)












.jpg)






