berita militer indonesia terbaru

Wednesday, 2 September 2015

PESAWAT PANGERAN DIPONEGORO I (Pesawat Shoki-Ki-48 Donryu)

0 komentar
Pesawat Pangeran Diponegoro I (PD I)
       Pesawat Ki-48 atau Army tipe 99 merupakan jenis pesawat pembom ringan buatan Pabrik Nakajima tahun 1940.   Pesawat ini merupakan peninggalan Jepang, yang berada di Pangkalan Udara Bugis Malang (sekarang Lanud Abdulrachman Saleh),    Setelah berhasil diperbaiki,   Indonesia menamainya Pesawat Diponegoro I.  Sekutu menamakan pesawat tersebut dengan  sebutan Lily. Pesawat Ki-48 digerakan dua motor radial pendingin angin masing-masing memiliki kekuatan 1460 dayakuda dengan kecepatan maksimum  510 km/h.
Read more...

Mayor Inf Warto, Perwira Dengan Segudang Prestasi

0 komentar

“ Selama berkarir dalam dunia militer, Mayor Inf Warto telah banyak mengukir prestasi yang cukup membanggakan serta mengangkat nama baik TNI Angkatan Darat dalam berbagai event. Perwira Menengah ini merupakan sosok dibalik Sukses Petembak TNI di Kancah Internasional.”
Pada tanggal 16 Desember 1962 di sebuah desa pinggiran kota Solo Jawa Tengah, tepatnya daerah Karanganyar, lahir seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Warto. Dia merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara dari pasangan ayah bernama Warjo (Alm) dan ibu bernama Surip (Almh), yang berprofesi sebagai buruh tani dengan kondisi yang serba kekurangan.
Read more...
Monday, 5 January 2015

Mengenal pesawat amfibi Rusia yang turut cari AirAsia

0 komentar
Operasi gabungan secara simultan SAR terhadap pesawat terbang AirAsia nomor penerbangan QZ8501 di perairan Selat Karimata, telah memasuki hari ke-10, dengan melibatkan puluhan pesawat terbang sipil-militer, kapal-kapal perang dan kapal sipil, dan bahkan nelayan.

Operasi SAR internasional ini dikoordinasikan Badan SAR Nasional, yang dinilai dunia cukup rapi, efisien, dan cepat bisa menemukan lokasi reruntuhan Airbus A-320-216 dengan 162 jiwa yang dia bawa mengangkasa. Hingga tulisan ini dibuat, 37 jenasah korban telah ditemukan dan diidentifikasi resmi.
Read more...

Jokowi Butuh Kapal Perang Sekelas USS Sampson

0 komentar

Jakarta - Pengamat militer dari Digimed Karya Imaji, Anton Aliabbas, mengatakan TNI Angkatan Laut memerlukan kekuatan kapal perang yang mumpuni seperti USS Sampson. Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu ikut dalam evakuasi korban dan puing pesawat Air Asia QZ8501 sejak Jumat, 2 Januari 2015.

Menurut Anton, kekuatan kapal perang yang mumpuni adalah salah satu kebutuhan pemerintah Joko Widodo untuk mewujudkan mimpi poros maritim. "Tanpa Angkatan Laut yang kuat, sulit membantu pengamanan pembangunan maritim Indonesia," kata Anton saat dihubungi, Senin, 5 Januari 2014.

Read more...
Friday, 5 December 2014

KRI Yos Sudarso tangkap dua kapal Filipina

0 komentar
Upaya Koarmatim mendukung program pemerintah disektor kelautan dan perikanan wilayah yurisdiksi nasional telah banyak membuahkan hasil. Diantaranya KRI Yos Sudarso-353 yang merupakan Kapal Perang jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim memeriksa dan menangkap dua kapal ikan dengan ABK warga negara Philipina di Perairan Tahuna, Sulawesi Utara, Jumat (5/12/2014).
Kedua kapal tersebut adalah KIA/KM Gherry dan KII/KM Princes Joy 02. Saat diperiksa, KIA/KM Gherry yang diawaki 12 orang ABK, 9 diantaranya warga negara Philipina, tidak bisa menunjukan satu pun dokumen Kapal maupun dokumen ABK alias bodong.
Read more...

Kopassus berhasil meraih 29 emas dan 9 tropi di AARM ke-24 di Vietnam

0 komentar
AARM Vietnam
Prajurit Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat kembali menorehkan prestasi dan membuktikan diri menjadi yang terhebat di antara militer negara di Asia Tenggara. Dalam kompetisi lomba tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) yang digelar di Vietnam, Kopassus Indonesia berhasil meraih juara umum. 

Tidak tanggung-tanggung, dari 45 medali emas yang disiapkan, sebanyak 29 di antaranya diboyong Kopassus Indonesia. Ditemui di Landasan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma semalam, ketua kontingen Mayor Infantri Faisol Izudin, menyebut ada 9 trophy juga yang berhasil dibawa pulang. 
Read more...
Sunday, 5 October 2014

Jerman Tertarik Jalin Kerja Sama Maritim dengan RI

0 komentar
Pemerintah Jerman tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang maritim, salah satunya pembuatan kapal laut generasi baru. Ide tersebut telah disampaikan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, George Witschel, kepada Presiden terpilih Joko Widodo dalam sebuah pembicaraan singkat. 

Witshcel yang berbicara dalam pertemuan media terbatas termasuk dengan VIVAnews di Hotel Shangri-La, menyebut, kerjasama maritim kedua negara sudah terjalin sejak lama. Hal itu terbukti, dari fakta 25 dari 28 kapal milik PT Pelni dibuat oleh Negeri Panser. 
Read more...

Radar Baru China Siap Hadapi Pesawat Siluman AS

0 komentar

Media China menyebut F-22 Raptor, yang merupakan salah satu pesawat tercanggih Amerika Serikat (AS) dengan teknologi anti-radar hingga dijuluki pesawat siluman, kini menjadi tak lebih dari barang usang untuk radar baru China.
Dilansir laman defensenews, Sabtu, 4 Oktober, sistem radar baru dengan kode DWL002 terdiri dari satu stasiun utama dan dua stasiun pembantu, yang dapat diekspansi hingga empat stasiun bergerak, menggunakan truk-truk pengangkut.
Read more...
Saturday, 13 September 2014

2 Jet Tempur AS Tabrakan, Pilot Hilang

0 komentar
Setidaknya dua jet F/A 18 tempur dilaporkan bertabrakan di Laut Pasifik Barat. Jet tempur berasal dari USS Carl Vinson.
Dua pesawat jet Angkatan Laut Amerika Serikat jatuh di bagian barat Samudera Pasifik pada Jumat sore waktu setempat. Seorang pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lagi masih dinyatakan hilang.
Read more...
Friday, 12 September 2014

KIPRAH CURENG DIAWAL KEMERDEKAAN

0 komentar
 Beberapa pesawat Curen di PU Maguwo Yogyakarta

Nama cureng merupakan nama lokal Indonesia, dalam bahasa Jepang  pesawat buatan pabrik Nippon Hikoki KK tahun 1933 ini dikenal dengan sebutan Yokusuka K5Y (Shinsitei). Sedangkan pihak Serikat menyebutnya dengan “Willow”. Dalam Perang Pasifik, pesawat ini dijuluki  dengan   “Red Dragonfly” (Si Capung Merah).  Sejak berlangsungnya perang Cina-Jepang sampai tahun berakhirnya perang Pasifik telah diproduksi sebanyak 5.591 buah pesawat. Beberapa buah diantaranya digunakan untuk pasukan penyerang “kamikaze” meskipun sebenarnya pesawat ini dibuat untuk pesawat latih lanjut.


Pesawat Cureng  tergolong pesawat kecil bermesin tunggal bersayap dua (atas dan bawah) yang dilapisi kain dengan  dua tempat duduk (depan belakang). Copit  tanpa kanopi penutup atas sehingga bagian kepala dan dada penerbang kelihatan jelas dari luar.   Menggunakan motor radial dingin angin “Teppo” dengan kekuatan 350 dayakuda, pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 157 km/h dan  kecepatan mendarat 92,6 km/h.  Pencapai terbang sejauh 708 km dengan  batas ketinggian praktis 4000 m dengan lama terbang 4½ jam. 
Cureng ini merupakan pesawat peninggalan Jepang yang paling banyak dibandingkan dengan pesawat lainnnya.   Di Indonesia pesawat cureng ini ditemukan hanya di Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta sebanyak 50 buah.  Untuk memastikan kondisi pesawat tersebut atas perintah Suryadi Suryadarma, didatangkan teknisi dari Pangkalan Udara Andir Bandung.  Di Pangkalan Udara Maguwo waktu itu tidak ada teknisi pesawat.  Dua orang dari beberapa teknisi dari Bandung tersebut  adalah Basir Surya dan Tjarmadi.
Dari hasil pemeriksaan secara umum semua pesawat tersebut dinyatakan dalam keadaan rusak,  kecuali tiga yang masih dalam keadaan lengkap walaupun dalam keadaan rusak ringan.  Ketiga Pesawat Cureng ini me­rupakan pesawat yang siap terbang ketika terjadi perebut­an pangkalan oleh BKR dan lascar yang ada di Yogyakarta, namun batal karena kedatangan pasukan yang dipimpin oleh Suharto (mantan Presiden RI).   Waktu itu Suharto sempat taxi (memarkir pesawat) ketiga pesawat tersebut setelah para penerbangnya yang orang Jepang ditawan dan PU Maguwo berhasil direbut. Hanya dalam waktu satu hari yakni tanggal 26 Oktober satu pesawat Cureng dapat diperbaiki dan dinyatakan siap test flight setelah diberi tanda berupa lingkaran berwarna merah putih sebagai simbol bendera RI yang sekaligus menyatakan bahwa pesawat tersebut sudah menjadi milik Republik Indonesia.

Satu pesawat Cureng sedang diperbaiki di PU Maguwo Yogyakarta
Test flight dilakukan tanggal 27 Oktober 1945 pukul 10.00 selama 30 menit oleh Agustinus Adisucipto yang didampingi oleh Rudjito.    Dipilihnya Agustinus Adisucipto untuk test flight ini karena ia mempunyai wing penerbang yaitu Groot Militaire  Brevet.   Namun wing penerbang yang dimiliki adalah kualifikasi penerbang dengan pesawat Eropa, bukan pesawat Jepang.  Penerbangan ini tercatat sebagai penerbangan pesawat  beridentitas merah putih yang pertama di alam Indonesia merdeka oleh pemuda Indonesia sendiri.
Setelah penerbangan pertama itu, para teknisi terus bekerja memperbaiki pesawat – pesawat  yang ada di Maguwo. Pada awal Januari 1946, berhasil diperbaiki dan disiapkan  25 pesawat lagi hingga siap terbang.  Pesawat cureng tersebut kemudian menjadi kekuatan Pangkalan  Udara Maguwo yang sekaligus menjadi kekuatan Sekolah Penerbangan yang dipimpin oleh Agustinus Adisucipto.  Sekolah Penerbangan itu dibuka pada tanggal 15 November 1945. Karena itu pesawat cureng umumnya hanya diterbangkan oleh para kadet Sekbang.    Para kadet angkatan pertama sekolah penerbang ini tercatat 31
Tanggal 14 Januari 1946 salah satu pesawat cureng mengudara dari Pangkalan Udara Maguwo.  Namun naas pesawat Cureng tersebut mengalami kecelakaan. Waktu itu pesawat  diterbangkan oleh Iswahjudi dan Wiriadinata sebagai penumpang.   Kedua orang yang berada dalam penerbangan itu selamat.  Peristiwa ini merupakan kecelakaan pesawat cureng pertama  yang sekaligus merupakan kecelakaan pesawat pertama di alam Indonesia merdeka.  Benar juga apa yang dikatakan oleh para penerbang Royal Air Force (RAF) yang pernah datang ke Yogyakarta.  Para penerbang itu mengatakan “You are flying Coffin” (Tuan menerbangkan sebuah peti mati).
Kecelakaan pesawat tersebut ternyata tidak membuat ciut  nyali para penerbang muda waktu itu dan tidak berkesimpulan bahwa pesawat jenis Cureng tersebut tidak layak terbang malah menjadi tantangan bagi pelopor pendiri dan pejuang AURI untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara yang baru berdiri.  Dua hari setelah kecelakaan tersebut (tanggal 16 Januari 1946), satu pesawat  Cureng diterbangkan oleh Suyono untuk melakukan  tugas pengintaian di Laut Selatan.  Misi pengintaian  menggunakan pesawat Cureng itu atas perintah Agustinus Adisucipto.  Pesawat Cureng take off dari Pangkalan Udara Maguwo menuju Parangtritis, sampai jauh ke Selatan di atas Lautan Hindia. Dalam penerbangan itu, pesawat sempat masuk awan hitam tebal sehingga penerbanganya sampai kehilangan orientasi (disorientasi). Peristiwa ini pun dicatat sebagai operasi penerbangan pertama dalam rangka misi pertahanan di Indonesia merdeka. 
Sukses dengan fungsinya sebagai pesawat latih  melahirkan beberapa orang penerbang, pesawat  Cureng tercatat sebagai pesawat pertama yang digunakan dalam latihan terjun payung.  Latihan terjun payung pertama ini dilaksanakan tanggal 11 Februari 1946 di Pangkalan Udara Maguwo atas perintah Suryadi Suryadarma selaku kepala TKR jawatan Penerbangan.  Latihan terjun payung itu  menggunakan 3 pesawat Cureng yang masing-masing diterbangkan oleh A. Adisucipto, Iswahjudi, dan Makmur Suhodo.  Adapun para penerjunnya adalah Amir Hamzah, Legino dan Pungut.    Satu pesawat untuk satu penerjun.  Penerjunan ini merupakan peristiwa penting bagi TNI Angkatan Udara bahkan bagi TNI maupun bagi bangsa Indonesia bahwa  inilah awal dari munculnya pasukan para TNI.

Dua pesawat Curen mendarat setelah melaksanakan terbang Formasi
Pada tanggal 16 Maret 1946, sekali lagi H. Suyono  menerbangkan pesawat Cureng, kali ini bertolak dari Pangkalan Udara Bugis Malang menuju Utara untuk menyebarkan pamflet di atas kota Sidoarjo.  Dalam penerbangan itu ikut pula seorang montir pesawat, Sukarman.
Selain melaksana­kan latihan terbang solo, pesawat Cureng juga digunakan untuk latihan  terbang formasi  dan Cross Country (lintas daerah). Latihan terbang formasi dan lintas daerah dilakukan pada tanggal 15 April 1946 dengan pesawat Cureng.  Penerbang­­­nya antara lain  Husein Sastranegara, Tugiyo, Santoso, dan Wim Prayitno.   Cross country ini merupakan terbang formasi dan lintas daerah yang pertama dilakukan oleh penerbang-penerbang Indonesia.
Tanggal 12 Mei 1946 kembali Pesawat Cureng diterbangkan ke arah Timur dan mendarat di Lapangan Sekip (Pamekasan).  Penerbangan yang dipiloti oleh  Opsir Udara II  Sujono dan Opsir Udara III Wim Prajitno dengan misi  memperbaiki lapangan udara   tersebut sebagai persiapan guna penerbangan berikutnya.  Ikut serta dalam penerbangan itu dua orang montir pesawat yakni Naim dan  Dulatif.  Dalam penerbangan kembali  kedua pesawat terpaksa mendarat di Pangkalan Udara Bugis  Malang karena mengalami kerusakan  di bagian kaki rodanya.
Pada tanggal 21 Mei 1946 empat pesawat cureng mengudara menuju beberapa daerah di Jawa barat dan Jawa Timur. Dua pesawat Cureng menuju ke Serang Jawa barat.  Cureng pertama diterbangkan oleh  Opsri Udara II Husein Sastranegara sebagai yang disertai H. Semaun dan pesawat kedua dipiloti oleh Opsir Udara III Santoso disertai seorang penumpang bernama Soeharto.  Sebuah pesawat Cureng menuju ke Malang dengan penerbang Opsir Udara III Sunarjo yang disertai seorang  penumpang Suparman. Sebuah pesawat terbang Cureng lainnya diterbangkan oleh Opsir Udara II H. Sujono dan Komodor Udara Halim Perdanakusuma dalam penerbangan kearah Timur untuk mencapai Pulau Madura dan mendarat di sebuah tempat pembuatan garam, karena belum adanya pangkalan udara yang siap untuk didarati. Setelah lima hari mengadakan perjalanan ,  pada tanggal 25 Mei 1946 keempat pesawat tersebut  kembali ke Maguwo dengan selamat. 
Kemudian pada tanggal 10 Juni 1946, pada saat pembukaan Lanud Tjibereum Tasikmalaya diterbangkan 5 pesawat Cureng dari Maguwo dengan crew sebagai berikut :
-       Komodor A. Adisucipto dan Husein Sastranegara
-       Komodor Muda Udara dr. Abdurachman Saleh dan Tulus Martoatmodjo.
-       Opsir Udara Sujono dan Opsir Muda Udara Kaswan
-       Opsir Udara Wirjosaputro dan Opsir Udara Sunarjo.
-       Opsir Udara Iswahjudi dan Opsir Udara Suhodo.
Tanggal 8 Agustus 1946, sebuah pesawat Cureng diterbangkan dari Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta ke Pangkalan Udara Bugis Malang.  Adapun misi penerbangan yang dipiloti oleh Tugio adalah mengantarkan AS. Hananjuddin atas panggilan Divisi VIII Malang Imam Supeno. 
Pada tanggal 2 September 946 salah satu pesawat Cureng kembali mengalami kecelakaan dan ini adalah kecelakaan kedua pesawat Cureng setelah kejadian pertama pada tanggal 14 Januari 1946.  Pesawat jatuh di Cipatujah (Tasikmalaya) sewaktu pesawat melakukan pendaratan darurat yang mengakibatkan gugurnya Opsir Udara II Tarsono Rudjito.   Opsir Udara II Tarsono merupakan korban pertama akibat kecelakaan pesawat militer di Indonesi Merdeka.   Dalam rangka tabur bunga atas meninggalnya Tarsono, pada tanggal 13 September 1946, sebuah pesawat Cureng yang lain diterbangkan untuk melaksanakan tabur bunga dari udara yang diterbangkan oleh Husein Sastranegara.

Tampak gambar samping: Pesawat cureng berperan penting dalam penyebaran pamflet dalam rangka penumpasan pemberontakan PKI Muso
Pada tanggal 29 Juli 1947, digunakan untuk menyerang kedudukan musuh (Belanda) di kota Ambarawa dan Salatiga.  Pesawat Cureng diterbang­kan oleh Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutardjo Sigit.   Pesawat Cureng juga digunakan  oleh Kadet Udara I Aryono untuk membom Purwodadi dalam rangka Penumpasan PKI atas permintaan Gubernur Militer Jawa Tengah Kolonel Gatot Subroto.  Pada tahun 1948 saat meletusnya pemberontakan PKI Muso di Madiun pesawat ini digunakan untuk penyebaran pamflet, drooping obat-obatan dan logistik  bagi pasukan ABRI yang berada di daerah terpencil.
Dalam menumpas pemberontakan PKI Muso pada bulan September 1948, pesawat Cureng mendapat tugas menyebarkan pamflet kepada masyarakat agar tidak mengikuti pemberontakan PKI dan mendukung pemerintah untuk membasminya.  Untuk mengabadikan dan mengenang kiprah pesawat cureng ini, pada  tahun 1977 salah satu pesawat ini diabadikan di Museum TNI Satria Mandala.

Read more...
Thursday, 11 September 2014

Galery Foto 26 unit MBT Leopard 2 dan 26 buah Marder sampai di surabaya

0 komentar
Satu persatu, MBT Leopard 2 dan IFV Marder diturunkan dari kapal pengangkutnya. Bukan pekerjaan mudah memang menurunkan sebanyak total 26 unit MBT Leopard 2 dan 26 buah Marder. Secara cepat dan efisien, kru dari Jerman itu mampu menurunkan puluhan tank. Dan menyaksikan puluhan MBT berjejer memang tiada bandingnya. Apalagi, ARC sempat ikut joyride dari kapal pengangkut menuju lapangan.
Read more...

Aksi Militer Tak Bisa Selesaikan Masalah ISIS

0 komentar
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan Indonesia cenderung menggunakan "pendekatan lebih luas" dalam menyelesaikan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). 

Marty Natalegawa menegaskan hal itu menanggapi rencana tindakan militer Amerika Serikat terhadap ISIS berupa pengiriman 475 personil militer ke Irak tetapi tidak akan berperan dalam pertempuran.
Read more...
Tuesday, 9 September 2014

KRI Bung Tomo-357 Tiba di Indonesia

0 komentar
 Dalam perjalanannya dari Inggris sejak 16 Agustus, KRI Bung Tomo-357 yang membawa 87 ABK perwira, bintara dan tamtama serta 5 warga negara asing sebagai teknisi kapal ini sempat transit di beberapa negara.  Sementara dua KRI sekelas yang juga diakusisi TNI AL, yaitu KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 segera akan menyusul.

KRI Bung Tomo (357) memiliki berat 1,941 ton. Dengan dimensi 89 meter x 12,8 meter x 3,6 meter. Ditenagai oleh 4 x MAN B&W / Ruston diesel engine (total of 30.2 MW). Kecepatan maksimal 30knot dengan jarak jelajah 9,000km. Diawaki oleh maksimal 79 pelaut.

Nama kapal terakhir, Usman Harun sempat diprotes keras Singapura. Negara tetangga itu menganggap Usman dan Harun adalah teroris pelaku pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
KRI Bung Tomo -357 akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan akan berakhir di Surabaya, serta direncanakan ikut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI yang ke-69 pada 7 Oktober 2014 yang akan berlangsung di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung Surbaya,

berikut link videonya :
http://video.metrotvnews.com/play/2014/09/08/288678/kri-bung-tomo-357-buatan-inggris-tiba-di-pelabuhan-belawan

Read more...
Tuesday, 12 August 2014

"Call of Duty: Advanced Warfare" Tersedia Mode Multiplayer

0 komentar
Sledgehammer Studios/"PRLM"
"CALL of Duty: Advanced Warfare" dalam mode multiplayer ini akan memiliki fitur "exo-skeleton".*
SAN FRANCISCO, (PRLM).- Disiarkan melalui web, dengan puluhan ribu pengguna secara bersamaan pada saluran komunitas gamer Twitch, Activision telah mengungkapkan mode multiplayer untuk game "Call of Duty: Advanced Warfare."
Read more...

Teknologi Software & Gadget Perkuat Militer AS

0 komentar
CALIFORNIA - Perangkat smartphone atau tablet tidak hanya dipakai oleh publik pada umumnya. Tentara di AS juga memanfaatkan perangkat gadget serta software yang digunakan saat berada di medan perang.

Dilansir Gizmodo, Senin (11/8/2014), militer AS disokong melalui riset-riset atau inovasi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA merupakan badan yang mengembangkan teknologi untuk mendukung militer, termasuk pembuatan robot dan software.
Read more...

Jerman: tak ada bantuan militer buat pasukan kurdi Irak

0 komentar
Berlin - Jerman telah menjelaskan bahwa "tak ada" pengiriman senjata Jerman untuk pasukan Kurdi di Irak, demikian laporan stasiun televisi umum Jerman, ARD, Senin (11/8).

Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Read more...
Saturday, 9 August 2014

Nagaski Peringati 69 Tahun Serangan Bom Atom AS

0 komentar

NAGASAKI - Nagasaki, salah satu kota yang menjadi korban serangan bom atom Amerika Serikat (AS) saat Perang Dunia II lalu, melakukan peringatan atas tragedi itu. Tahun ini mereka memperingati 69 tahun tragedi yang telah melumpuhkan Jepang tersebut.

Melansir Xinhua, Sabtu (9/8/2014), Walikota Nagasaki, Tomihisa Taue, dalam pidatonya menyatakan, senjata nuklir adalah ancaman nyata bagi kehidupan manusia, baik di masa kini ataupun di masa depan. Taue juga mengkritik kebijakan baru Jepang mengenai pembentukan kembali militer mereka.

Read more...
Thursday, 24 July 2014

Pemberontak Ukraina Akui Punya Rudal BUK

0 komentar
Seorang pemimpin kelompok pemberontak yang berkuasa di timur Ukraina, Alexander Khodakovsky, mengakui anggotanya memiliki rudal anti pesawat jenis SA-11 atau dikenal juga BUK. Rudal inilah yang diduga digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Kamis, 17 Juli 2914. 

Dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters yang diunggah Rabu 23 Juli 2014, Khodakovsky yang merupakan komandan Batalion Vostok itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan rudal tersebut dikirim dari Rusia. Namun, dia tidak yakin betul, sistem rudal BUK mana yang digunakan untuk menembak pesawat MH17 tersebut. 

Sebab, kata dia, kelompok separatis juga pernah merebut tiga sistem rudal BUK dari pasukan Ukraina di titik pemeriksaan pada April lalu. Satu sistem rudal lainnya direbut di dekat bandara Donetsk. 

"Saya tahu ada sebuah BUK datang dari arah Luhansk. Saat itu, saya diinformasikan BUK dari Luhansk itu menggunakan bendera LNR," ungkap Khodakovsky. 

LNR yang dirujuk Khodakovsky merupakan kelompok pemberontak utama bernama Republik Rakyat Luhansk dan beroperasi di sana. Dia menambahkan, BUK yang dia tahu dan dengar kemungkinan dikirim kembali untuk menghilangkan barang bukti. 

"Karena saya mengetahui mengenai BUK tersebut di saat yang sama ketika saya menyadari tragedi itu berlangsung. Mungkin mereka mengirimkan BUK itu kembali untuk menghilangkan bukti, alutsista tersebut pernah dikirim ke sana," papar Khodakovsky pada Selasa kemarin. 

Salahkan Ukraina

Kendati mengakui memiliki sistem rudal BUK, namun Khodakovsky tetap menyalahkan Pemerintah Ukraina sebagai penyebab jatuhnya MAS MH17. Khodakovsky berpendapat pesawat jenis Boeing 777-200 ER itu bisa dijadikan sasaran tembak secara tidak sengaja, karena militer Ukraina yang memprovokasi. 

"Mereka tahu sistem rudal BUK itu ada dan menuju ke Kota Snezhnoye. Mereka tahu BUK akan dikerahkan ke sana dan memprovokasi agar BUK digunakan," papar Khodakovsky. Kota Snezhnoye merupakan kota yang berjarak hanya 10 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat.

Cara memprovokasi yang digunakan oleh Pemerintah Ukraina, menurut Khodakovsky, yakni dengan memulai serangan udara ke target yang tidak mereka perlukan. 

"Padahal, mereka sudah tidak lagi menerbangan pesawat militer selama satu pekan. Dan hari itu, militer Ukraina terbang secara intensif dan tepat di saat penembakan, sebuah pesawat sipil melintas. Lalu mereka melakukan serangan udara," imbuh Khodakovsky. 

Pemerintah Ukraina, lanjut Khodakovsky, akan melakukan apapun untuk memastikan bahwa pesawat sipil itu yang menjadi sasaran tembak. 

Dalam wawancara itu, dia juga tidak membantah adanya kemungkinan Rusia yang memberikan sistem rudal BUK yang digunakan untuk menembak pesawat MH17. 

"Saya tidak bermaksud mengatakan Rusia memberikan ini atau tidak memberikannya sama sekali. Bisa saja mereka menawarkan BUK ini atas inisiatif warga lokal. Saya pribadi menginginkan BUK dan jika ada seseorang yang menawarkannya, saya tidak akan menolak," kata Khodakovsky. 

Namun, dia menegaskan, kelompoknya hanya memakai alutsista hanya untuk situasi yang mengancam. "Saya hanya akan menggunakannya dalam situasi di mana ada sebuah serangan udara dan posisi saya hanya ingin melindungi rakyat kami," kata dia. 

Dengan adanya pengakuan tersebut, justru membenarkan analisis intelijen AS sebelumnya. Juru bicara Pentagon, Eileen Lainez, mengatakan Rusia sudah sejak lama menyokong pemberian senjata dan ikut melatih anggota kelompok separatis Ukraina. 

Namun, dia membantah klaim Khodakovsky yang menyebut Pemerintah Ukraina yang patut disalahkan atas tragedi jatuhnya MH17. Menurut Lainez, apa yang dikatakan Khodakovsky, hanya ingin memperkeruh suasana. 

Read more...
Friday, 18 July 2014

Kapal Selam TYPE 209 ( Jerman )

0 komentar
Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an.
Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.

Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
Read more...
Thursday, 17 July 2014

Serangan Udara Hantam Ukraina Timur, 11 Tewas

0 komentar
SNIZNHE - Sebuah serangan udara menghantam sebuah apartemen di Ukraina timur dan menewaskan setidaknya 11 orang. Pemerintah Ukraina menuduh Rusia berada di balik serangan udara tersebut.

Melansir VOA, Rabu (16/7/2014), hingga saat ini, detail penembakan itu pun masih abu-abu. Separatis pro-Rusia yang menguasai beberapa wilayah di timur Ukraina sendiri menuduh militer Ukraina yang melakukan serangan tersebut.


“Ukraina tidak terlibat dalam penyerangan terbaru, tidak ada pesawat Ukraina yang memasuki wilayah tersebut, sejak Senin, lalu,” ungkap juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, pihak Rusia sendiri belum memberikan komentar apapun mengenai insiden terbaru di wilayah tetangga mereka tersebut. Ukraina sendiri terus menuduh Rusia masih melakukan operasi terselubung untuk membantu para separatis.

Ketegangan kedua negara semakin meninggi paska penembakan seoang warga Rusia di wilayah Donetsk yang sudah masuk ke wilayah Rusia oleh pasukan Ukraian akhir pekan lalu. Semenjak itu, Rusia dikabarkan mulai mengirimkan kembali pasukannya ke wilayah perbatasan.

“Sebelumnya, hal ini tak pernah terjadi di Ukraina, kami berada di ambang agresi militer dalam skala besar yang dilakukan oleh tetangga kami sendiri,” ungkap seorang pejabat militer Ukraina, Jenderal, Mykhaylo Koval merujuk pada mobilisasi pasukan Rusia di perbatasan.

Read more...
 
beritamiliterindonesia © 2014 | Designed By Blogger Templates